Merasa Di Manfaatkan Oknum. Bupati Madiun Janji Berikan Reward
@dakita Kabupaten Madiun - Guna memperbaiki nama baik dirinya dan Pemerintah Kabupaten madiun dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Pendopo Kabupaten untuk mencari keuntungan dalam proses mutasi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Madiun. Bupati Madiun, Muhtarom akan memberikan reward kepada siapa saja yang berani mengungkap praktek jual beli jabatan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.
“Bagi Bapak dan ibu kepala sekolah yang baru, atau kepada siapa saja dari pejabat eselon yang merasa menggunakan uang ataupun dimintai uang guna melicinkan agar cepat naik jabatan oleh oknum-oknum tertentu dengan dalih untuk orang-orang Pendopo. Saya harap segera lapor kepada saya, kalo tidak berani lapor bisa sms kepada saya. Saya akan kembalikan uang panjenengan (anda-red), mungkin bisa saya tambahi lagi” ujar Bupati Madiun, Muhtarom ketika memberikan sambutan di dalam upacar pelantikan para pejabat struktural Eselon III dan Eselon IV serta pengawas dan kepala sekolah di Kabupaten Madiun jumat kemarin (17/02/2012) yang bertempat di Pendopo Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Muhtarom juga mengatakan bahwa dirinya perlu mengambil langkah tegas tersebut dikarenakan akhir-akhir ini banyak sekali pihak yang mempertanyakan kepadanya tentang besarnya uang yang harus di setorkan ke Pendopo untuk segera cepat naik pangkat. Padahal dirinya tidak mengeluarkan peraturan tersebut dan bisa di pastikan hal tersebut akan menimbulkan masalah bagi orang –orang yang berada dalam ruang lingkup pendopo kabupaten termasuk dirinya.
“Sudah banyak sekali orang-orang menanyakan kepada saya tentang jumlah pastinya besaran uang yang harus dibayarkan kepada Pendopo untuk segera naik pangkat. Padahal selama ini saya tidak pernah membuat peraturan seperti itu, apalagi menerima uang tersebut. Perbuatan oknum-oknum yang meminta uang dengan mengatasnamakan pendopo tersebut apabila tidak segera di hentikan akan membuat citra jelek dan masalah di ruang lingkup pendopo kabupaten di kemudian hari. Nantinya pasti yang akan kena adalah saya dan pak wakil Bupati, soalnya Pendopo kan identik dengan saya dan pak Wakil Bupati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun, Muhtarom juga memberikan penejelasan bahwa mutasi dan kenaikan pangkat seorang pegawai bisa dilaksanakan dengan melihat prestasi dan potensi orang tersebut, bukan karena uang yang dia punya dan berapa yang dia bisa bayarkan.
"Untuk diketahui semuanya bahwa Kenaikan pangkat seorang pegawai bukan dilihat dari jumlah besaran uang yang bisa dia bayarkan, akan tetapi bedasarkan karena prestasinya. Jadi bapak dan ibu semua yang berada di Pendopo Kabupaten siang hari ini bila lain kali mendapatkan tawaran untuk bisa naik pangkat lagi tapi dengan membayar dengan sejumlah uang, mohon jangan di terima meskipun anda juga butuh dengan kenaikan pangkat tersebut “ Ujar Bupati.
Bupati juga menjelaskan bahwa informasi yang beredar tentang membayarkan sejumlah uang tertentu guna memepercepat kenaikan pangkat jabatan pastinya akan membuat para pegawai lain yang sebenarnya mempunyai prestasi menjadi takut untuk naik pangkat karena kepikiran besarnya biaya yang harus dia keluarkan nantinya.
“Gara-gara informasi yang salah mengenai pungutan untuk pendopo ini bisa membuat pegawai lain yang seharusnya mempunyai prestasi dan kemampuan jadi takut untuk naik pangkat karena mikir biaya. Dalam pikiranya bisa jadi seperti ini ‘wah kalau biayanya sebesar itu dapat uang dari mana dan terus kapan aku bisa naik pangkat?’ ,” Ujar Bupati Madiun yang di sambut tawa oleh peserta pelantikan.(Alucard)
Keterangan gambar : Bupati Madiun, Muhtarom ketika menjawab pertanyaan wartawan selepas upacara pelantikan pejabat eselon dan kepala sekolah.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






