Penyakit Potong Leher Ancam Petani Geger
@dakita Kabupaten Madiun - Belasan hektare tanaman padi milik para petani di Desa Sumberejo dan Desa Jatisari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun terancam gagal panen. Ini disebabkan tanaman mereka diserang hama di ujung batang padi atau yang lebih di kenal dengan penyakit potong leher.
Menurut keterangan dari beberapa petani asal desa setempat yang berhasil di temui oleh teman @dakita.com menjelaskan bahwa penyakit tersebut menyerang bagian ujung batang padi yang menyebabkan bulir padi menjadi kosong tidak berisi.
“Kalau masyarakat disini menyebutnya penyakit potong leher, karena yang di serang adalah batang padi bagian tangkai atas hingga ke bulir padi. Kalau tanamam padi sudah di serang oleh penyakit potong leher maka batangnya kelihatan sehat tapi bulir padi tidak ada isinya. kopong atau kosong, gabug dalam istilah jawanya. Penyakit tersebut biasanya menyerang tanaman padi saat usianya memasuki dua bulan,” ujar Soedarman (68), salah satu petani di Desa Sumberejo.
Soedarman juga menjelaskan bahwa dirinya dan para petani lain sudah mengerahkan segala upaya untuk mencegah penyakit potong leher tersebut tidak meluas ke tanaman padi yang masih sehat.
“Segala upaya telah dilakukan oleh para petani di daerah sini, dari penyemprotan dengan fungisida hingga telah dilakukan. Tetapi hasilnya belum juga memuaskan. Sebab setiap dilakukan penyemprotan, selang beberapa hari penyakit itu muncul lagi,” ujarnya
Mujiono (46) petani asal desa Jatisari juga mengeluhkan serangan penyakit yang belum di ketahui pasti penyebabnya itu. Padahal dirinya sudah memilih jenis benih padi yang selama ini dianggap tahan terhadap kondisi cuaca dan serangan hama oleh para petani.
" padahal saya sudah menanam padi yang berjenis “Serang” yang selama ini dipercaya petani tahan dari serangan hama dan kondisi cuaca. Tapi tidak tahunya masih diserang juga," ujarnya.
Mujiono berharap agar penyakit yang melanda tanaman padi di daerahnya cepat segera teratasi agar pendapatanya sebagai petani tidak mengalami kerugian yang terlalu besar.
’’Harapan kami selaku petani, hama padi tersebut cepat musnah dan kami bisa panen serta bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kalau hama itu terus menyerang, bisa gagal panen dan kami akan makan apa. Kami mohon dinas terkait mencarikan solusi agar penyakit tersebut bisa segera di atasi sehingga kerugian petani tidaklah terlalu besar karena biaya pengolahan tanah, tanam, pupuk dan tenaga lainnya dalam setiap musim tanam, seorang petani harus mengeluarkan biaya kurang lebih sebesar Rp 2 juta untuk satu petak sawah. Kalau hasilnya tidak maksimal, kami tidak untung, malah bunting. Ya, beginilah nasib petani tahun-tahun belakangan ini,” harap Mujiono.
Dengan adanya serangan penyakit tersebut dapat di pastikan sebagian besar hasil panen petani akan menurun karena banyak tanaman padi yang berbuah mangalami gabuk (tanpa isi) atau akan menjadi gagal panen apabila hal tersebut tidak segera di atasi. (Alucard)
Keterangan Gambar : Tanaman Padi milik Soedarman yang terkena penyakit Potong Leher.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






