Salah Seorang Korban Mujianto Adalah Pencatat Nikah di KUA Widodaren

@dakita Ngawi - Romadhon asal Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi yang merupakan salah satu korban Mujianto sang penbantai pasangan penyuka sesama jenis adalah orang yang dikenal sebagai orang alim di lingkungannya. Selain tercatat sebagai pencatat nikah di KUA Widodaren korban adalah salah satu pengurus ta’mir masjid di desanya.
Jenasah Romadhon ditemukan tanggal 7 Januari lalu, oleh salah seorang warga di Desa Loceret, Kecamatan Loceret Kabupaten kabupaten Nganjuk. Korban dihabisi oleh Mujianto dengan cara diberi kamanan yang sudah dicampur racun tikus.
Menurut penuturan salah satu adik ipar korban, Muhammad Nasir menjelaskan, bahwa korban adalah pegawai pencatat nikah di KUA Widodaren selain sebagai pengurus ta’mir masjid di desanya. Pada hal tersangka tidak pernah terlihat berpilaku aneh apalagi sampai berbuat begitu, (Berprilaku penyusa sesama jenis, Red). "Mas orangnya baik dan rajin ke masjid,tidak pernah berprilaku yang aneh-aneh" tuturnya kepada @dakita, Rabu(15/2).
Hubungan rumah tanggga antara Romadhon dengan Siti Fatimah selama ini terbilang tidak ada masalah dan tetap harmonis. Hal tersebut di buktikan dari pernikahan tersebut sudah lahir tiga orang anak. Jelasnya.
Istri korban, Siti Fatimah hingga saat ini masih syok dan memilih mengurung diri di kamar. Bahkan menurut penuturan salah seorang kerabatnya, Fatimah masih sering menangis jika melihat barang atau foto korban.
Menurut Nasir, pihak keluarga sudah menyerahkan urusan tersebut pada pihak yang berwajib. Namun ia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. "Pihak yang berwajib harus menghukum dia (Mujianto, Red) dengan seberat-beratnya," tegasnya.(Nur)
Keterangan Gambar ; Ilustrasi
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






