Gembrungan Khotaman Tradisi Sambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
@dakita Kabupaten Madiun - Menyambut datangnya bulan maulud bagi masyarakat dusun Sukorejo desa Kedondong kecamatan Kebonsari kabupaten Madiun memiliki tradisi unik yang dilaksanakan sejak turun temurun. Acara tersebut bernama Grebek Maulud yang biasa digelar setiap tanggal 12 bulan Maulud sebagai peringatan atas kelairan nabi Muhammad SAW.
Serangkaian acara untuk menyambut datangnya hari kelahiran nabi (1433 Hijriah) kali ini sudah digelar sejak sabtu malam (4/2) tepatnnya ,malam ke-sebelas bulan Maulud dengan kegiatan Gembungan Khotamana Nabi, di lanjutkan dengan kirap gunugan dan upacara grebek dihari berikutnya, minggu (5/2).
Gembrungan Khotaman Nabi adalah seni membacakan cerita-cerita mengenai kisah hidup Nabi muhamad SAW.ataupun kisah hidup para wali dengan bahasa jawa yang diiringi dengan alat musik tradisional seperti terbang (hadrah/rebana) yang berukuran besar, kendang dan timplung.
Menurut Sudarmoko salah seorang tokoh masyarakat menjelaskan, acara gembrungan merupakan tradisi dan adat kebiasaan warga dusun Sukorejo desa Kedondong dan sekitarnya sejak jaman dulu yang sampai sekarang masih hidup biarpun sudah mulai pudar. Hal terebut perlu untuk dilestarikan karena merupakan kekayaan budaya dan adat istiadat masyarakat.
“Acara Gembrungan memang merupakan tradisi dan adat kebiasaan warga di sini, selain itu kami juga ingin mengangkat serta melestarikan kembali adat desa yang kelihatanya mulai hilang oleh jaman.,” ujar Sudarmoko yang juga menjadi salah satu panitia dari acara Grebeg Maulud,” ujarnya
Sudarmoko menambahkan bahwa kesenian Gembrungan sangatlah terkenal pada jaman dahulu, bahkan kesenian ini selalu di pentaskan di setiap acara maupun hajatan warga masyarakat. “Dahulu kesenian gembrung sangat terkenal dan bahkan di setiap kegiatan maupun hajatan pasti akan mengadakan Gebrungan. Namun sekarang seiring dengan perkembangan jaman, seni Gembrungan mulai hilang dari masyarakat dan mulai tidak terdengar lagi suara kendang dan gembrung di malam-malam tertentu karena sudah diganti dengan suara tape, video, mp3, atau mp4 yang lebih keras dan jelas karena dilengkapi dengan sound system yang lebih baik.”
Biarpun sudah mulai tergeser oleh kesenian modern,kesenian Gembrung di dusun Sukorejo masih tetap terjaga kelestariannya. Didusun tersebut berdiri kelompok kesenian yang sudah sejak turun temurun melestarikan kesenan ini. Sebagaimana dituturkan Sudarmoko kepada @dakita.
“Meskipun kesenian Gembrung yang terdapat di daerah lain mulai tenggelam oleh jaman, namun penduduk Desa Sukorejo Kedondong masih tetap mempertahankan kesenian ini. hal tersebut bisa di lihat dengan masih tetap eksisnya Kelompok Kesenian Gembrung Desa kedondong sudah berdiri cukup lama dan bahkan sudah turun-temurun,” ujar Sudarmoko. (Alucard)
Keterangan Gambar ; Foto Gembrung Khotaman
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






