Trik Swalayan Menguras Kantong Konsumen

KOTA MADIUN – Orang-orang yang merasa modern biasanya memilih belanja di supermarket atau swalayan, daripada blusukan ke pasar tradisional. Nah, fenomena ini digunakan oleh manajemen tempat belanja modern itu untuk ”mengerjai” konsumennya agar berbelanja lebih banyak. Dan inilah cara yang lazimnya digunakan oleh swalayan untuk menguras uang Anda:
Mengubah Letak Barang-barang secara Berkala
Ketika Anda datang ke swalayan dengan daftar belanjaan, itulah yang paling ditakuti pengelola pasar swalayan, karena Anda akan membatasi belanja Anda sesuai dengan catatan. Tapi, pengelola tidak kekurangan akal. Mereka punya cara agar Anda belanja lebih banyak dari daftar catatan Anda.
Caranya? Rotasi letak rak secara berkala. Ini akan membuat konsumen harus mencari letak barang yang akan dibeli. Saat konsumen mencari barang yang akan dibeli, dia harus melewati barang-barang lain. Nah, di sinilah pikiran si konsumen mulai termanipulasi untuk membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Apalagi ketika rak yang dilewati itu tercantum tulisan “diskon” atau “beli 1 gratis 1”.
Memperbesar Budget Anda
Umumnya swalayan memasang harga yang tidak pas dengan sistem mata uang kita, seperti Rp 12.890,00. Saat kita melihat satu harga seperti ini, kita akan langsung sadar bahwa sebenarnya harganya adalah Rp 13 ribu. Namun, dengan banyaknya barang yang kita beli, dan seringkali lebih dari satu barang untuk satu jenis, secara tidak sadar ketika menjumlahkannya kita akan membulatkannya menjadi Rp 13 ribu. Memang per item selisihnya tidak banyak, hanya Rp 10. Tapi, kalau angka itu dikalikan, ya jelas jadinya banyak. Kalau sudah begitu, jangan heran ketika kita membayar uang kita jadi kurang.
Memasang Ubin Ukuran 30 x 30 Sentimeter
Mungkin Anda pernah berkunjung ke sebuah swalayan yang dulu pengunjungnya banyak tapi merugi. Ternyata, swalayan seperti itu salah memasang lantai. Umumnya mereka memasang lantai semen polos. Menurut hasil penelitian, lantai seperti itu akan membuat pengunjung secara tidak sadar berjalan dengan cepat dan melewati rak-rak barang begitu saja.
Berbeda dengan swalayan yang menggunakan ubin ukuran 30×30. Masih menurut riset, inilah ukuran yang paling tepat untuk membuat pengunjung memperlambat langkah mereka. Karena secara tidak sadar konsumen mengalami goncangan-goncangan saat melewati sambungan ubin. Nah, kalau langkah melambat, otomatis mereka akan menengok kanan kiri dan melihat banyak barang. Sangat mungkin mereka tertarik membeli, kendati mereka tak begitu membutuhkannya.
Tidak Semua Kasir Aktif
Ini juga trik cerdik swalayan. Ketika jumlah kasir sedikit, tentunya akan terjadi antrean. Biasanya pengelola swalayan berpedoman antrean harus sejumlah 7-9 orang. Jumlah ini akan membuat pengunjung merasa pusat perbelanjaan tersebut adalah pusat perbelanjaan yang ramai. Selain itu, sambil mengantre, mereka juga akan melihat-lihat etalase di samping kasir. Antrean ini memperbesar kemungkinan mereka untuk membelinya.
Memajang Snack dan Permen di Samping Kasir
Inilah trik tercerdik. Pengelola memasang snack dan makanan kecil di samping kasir setinggi mata anak balita. Balita yang ikut mengantre dengan orangtua tentu akan tergoda dan meminta, bahkan merengek kepada orangtuanya untuk dibelikan snack tersebut.
Nah, jelas kan, konsumen swalayan sebenarnya sedang ”dikerjai” manajemen? Tapi, kalau Anda tidak mempermasalahkan itu dan memilih belanja di swalayan karena tuntutan gaya hidup, yang itu terserah Anda.(tofikpram/berbagai sumber)
FOTO: Ilustrasi
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






