Menyusuri "Peta Pecel" Kota Madiun

KOTA MADIUN - Apabila Anda para pemburu pecel, banyak sekali sasaran tembak yang bisa Anda tuju di Kota Madiun. Malam hari Anda bisa mampir ke nasi pecel depan pub dan diskotik Fire, Jl HOS Cokroaminoto. Kemudian di Jl Agus Salim ada pecel Podang.
Di Jl Panglima Sudirman, sebelah timur foto copy Angkasa, ada warung tenda. Tenda biru namanya. Tempat ini adalah favorit remaja karena pecelnya dan nasi jotosnya murah.
Masuk ke pelataran Stadion Wilis, ada banyak penjual pecel lesehan, tinggal pilih tempat yang enak. Sedang di Jl Dr Soetomo, ada pecel lesehan di trotoar di samping asuransi Jiwasraya. Menuju stasiun, ada pecel di samping timur stasiun di trotoar. Di sini penggemarnya banyak yang dari luar kota. Dulu di situ hanya ada satu penjual pecel dengan makanan khasnya jadah bakar. Sekarang ada dua, saling berhadapan.
Di samping terminal lama yang sekarang jadi Carrefour, ada Mbokne Gito dan Mbok Wo yang dulu terkenal. Dulu, saat terminal masih ada, belum lengkap ke Madiun kalau belum ke Mbok Wo. Tetapi, sekarang kena gusur dan pindah ke depan Carrefour, yang dulu merupakan tempat penitipan sepeda motor.
Menuju pasar besi ada Yu Gembrot. Di sini buka mulai pukul 06.00 WIB pagi sampai malam, karena banyak penggemarnya. Yu Gembrot juga menjual sambel pecel untuk oleh-oleh, yang katanya tahan untuk satu bulan apabila disimpan di lemari es. Per kilo harganya Rp 30 ribu. Bila ada yang berminat, mungkin bisa dikirim.
Sedang pagi hari, selain di Yu Gembrot, ada di Jl Cokroaminoto di selatan perempatan Jl Citandui. Juga di pojok perempatan Jl Citandui dengan Barito. Di sini pembelinya banyak dari golongan orang kaya. Tapi, sebenarnya harganya tergolong murah. Ada juga di Jl Diponegoro depan Jl Bali. Selain itu di hampir semua jalan di Madiun pasti ada penjual nasi pecel yang melayani warga sekitar. (pratondo)
KETERANGAN FOTO
IDENTIK MADIUN: Nasi pecel pincuk.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






