Intip Ketan, Penganan Khas yang Mulai Hilang

KOTA MADIUN – Kalau datang ke Madiun dan ingin mencari makanan yang ”benar-benar” Madiun selain brem, cobalah cari intip ketan. Penganan ini sangat khas Madiun dan tidak tersedia di luar wilayah ini.
Terbuat dari ketan yang ditanak, kemudian dibakar dan dipipihkan berbentuk bujur sangkar. Setelah itu ditumpuk dua lapis, lalu diiris masih dalam bentuk bujur sangkar dengan ukuran standar kurang lebih 5 x 5 sentimeter. Di tengah lapisan tersebut ditaburi parutan kelapa dan bubuk kedelai. Rasanya, hm, maknyus. Bakal lama bertahan di lidah juga mulut.
Penganan ini dijual per porsi berisi 10 potong atau irisan. Sekarang harganya rata-rata Rp 10 ribu tiap porsinya. Sebagai teman minum kopi atau bersantai, makanan ini bisa dikatakan sempurna.
Intip ketan ini benar-benar asli dan hanya ada di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun. Lahir pada tahun 1970-an lalu, hasil kreasi penjual makanan di wilayah Pagotan, di sekitaran pabrik gula di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Sejak dikreasikan, makanan ini sempat berekspansi ke seantero Madiun. Banyak penjual yang menjajakannya, baik pedagang keliling maupun yang memarkir gerobaknya di pinggir jalan.
Intip ketan begitu digemari dan sempat merajai penganan di Madiun antara akhir 1970-an hingga tahun 1990-an. Yang pernah berdomisili di Madiun pada era tersebut tentu tak asing dengan penganan itu. Ketika itu harganya Rp 50 per potong.
Intip ketan juga punya “pasangan setia” bernama tape selai. Penganan ini terbuat dari tape yang digoreng, dibelah, lalu di tengahnya diolesi selai. Biasanya, penjual yang menjual intip pasti juga menyediakan tape selai, yang juga dijual per potong.
Tapi, menjelang tahun 2000, penganan ini sepertinya tidak lagi begitu ngetrend. Tak ada lagi pedagang intip ketan keliling –yang di tahun 1980-an hingga 1990-an banyak blusukan ke kampung-kampung menjajakan jajanan itu. Yang ada hanya penjual yang memarkir gerobaknya di pinggir jalan. Itu pun tidak banyak. Juga hanya intip ketan yang dijual, tanpa tape selai.
Sedikit penjual intip yang masih menjajakan penganan itu ada di sekitaran Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun; Jl Agus Salim, Kota Madiun; Jl Diponegoro, Kota Madiun; sekitaran Pasar Besi Jaya, Kota Madiun; sekitaran alun-alun Kota Madiun; dan Jl Setiabudi, Kota Madiun. Tapi tak semuanya buka sewaktu-waktu.
Kalau sedang beruntung, mungkin kita bisa menemui penjualnya. Tapi kalau tidak, ya sudah, simpan keinginan Anda untuk mencicipi penganan yang hanya ada di Madiun itu. Yang jelas, kalau Anda mencoba mencari penganan ini di luar Madiun, jangan berharap bisa menemukannya. Dengan mencicipi intip ketan ini, bisa dikatakan kita sedang bernostalgia dengan citarasa kuliner yang pernah berjaya di Madiun tempo dulu.
FOTO: Intip ketan.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






