Wisata Kuliner Murah Meriah

KOTA MADIUN – Kota ini bisa dibilang “surga”-nya penggemar wisata kuliner. Banyak tempat untuk mencari berbagai macam menu. Memang, pecel merupakan makanan favorit di Madiun, tetapi makanan lain juga banyak penggemarnya.
Untuk nasi pecel sendiri tersebar di beberapa tempat, di mana masing-masing lokasi punya penggemar fanatik sendiri-sendiri. Ada di depan Stasiun Kota Madiun, ada di terminal lama, ada di pasar besi, ada di Jl Cokroaminoto, dan masih banyak tempat lainnya. Sedangkan sentra makanan ada di alun-alun, sepanjang Jl H Agus Salim, sepanjang Jl Diponegoro, dan sekitaran Stadion Wilis.
Di Jl Diponegoro, mulai ujung timur, ada bebek kremes & nasi uduk, nasi goreng, ada warung rakyat yang ramai. Di sini kebanyakan didatangi kaum muda untuk ngopi dan makan aneka makanan goreng, yang sekarang sudah pindah di sebelah utara Carrefour Jl S Parman. Sebelahnya ada bakso granat yang tak kalah ramai, ada masakan jepang, ada bebek goreng, ada quick chicken, masakan padang, steak, roti bakar, sate, dan akhirnya sampai ke ujung barat depan dokter THT.
Sebenarnya masih banyak macamnya, dan yang jelas semua menggugah selera. Saya mencoba salah satunya. Dan pilihan jatuh pada warung ayam dan bebek goreng. Salah satu alasan kenapa saya memilih tempat itu karena tidak ada tukang parkirnya. Saya kadang-kadang sebel juga bila jalan-jalan di Madiun, berhenti sebentar sudah kena parkir. Untuk mobil Rp 1000 untuk sepeda motor Rp 500. Bahkan ada juga yang menarik Rp 1000 untuk motor.
Warung yang saya hampiri semi permanen dan cukup bersih. Pelayannya ada dua orang wanita muda dan bapak pemiliknya merangkap sebagai tukang masak. Tempatnya enak untuk bersantai bersama teman maupun keluarga.
Sore ini tidak begitu ramai pengunjung. Saya pesan satu porsi ayam goreng dan teh hangat. Pesanan saya langsung digoreng. Tak lama kemudian disajikan dalam keadaan masih panas bersama nasi yang cukup sedikit bagi ukuran perut saya, lalapan dan kobokan.
Sayang, air kobokannya sedikit. Jadi apabila datang ke sini, pastikan tangan Anda bersih dahulu, karena airnya hanya cukup untuk cuci tangan setelah makan. Untuk minumnya tidak banyak pilihan, selain kelompoknya minuman soda, juga teh dan jeruk panas maupun dingin.
Masakannya enak. Ayamnya agak kenyal. Setelah selesai, saya membayarnya. Ternyata murah juga untuk ukuran jajan di luar. Rp 10 ribu masih ada kembalinya. Cukup memuaskan jajan di kota kecil ini.(pratondo)
KETERANGAN FOTO
MURAH MERIAH: Salah satu sajian kuliner di Jl Diponegoro, Kota Madiun.(pratondo)
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






