Tak Pernah Menyerah pada Hidup dan Usia

Tak Pernah Menyerah pada Hidup dan Usia

KABUPATEN MADIUN - Mbah Marto Daud adalah sosok laki-laki lanjut usia yang pantang menyerah. Di usianya yang 80 tahun, dia tidak mau berpangku tangan dengan menggantungkan hidup pada anak-anaknya. Dengan sisa-sisa tenaganya, Mbah Marto tekun membuat bangku dari bambu, atau yang biasa disebut lincak, untuk menyambung hidupnya sendiri.

”Saya dilahirkan sejak zaman Belanda dari keluarga miskin. Saat masih kuat, pekerjaan saya seorang buruh tani yang hanya bekerja saat tanam padi dan panen saja. Ketika musim tanam dan panen selesai, saya mencoba belajar keterampilan membuat bangku atau lincak dari bambu diajari tetangga saya. Setelah saya mampu membuat sendiri, akhirnya saya memutuskan membuat dan menjualnya,” ujarnya, Senin (19/12).

Kerajinan lincak ditekuni Mbah Marto sampai sekarang. Karena faktor usia, dalam seminggu dia hanya dapat menyelesaikan satu bangku. ”Saya membuat bangku bambu ini sudah sejak dulu, sampai sekarang pun saya masih buat. Hanya saja, sekarang satu minggu cuma dapat satu. Tenaganya sudah tua, apalagi mata ini udah tidak jelas lagi kalu buat melihat. Dulu satu minggu saya bisa buat 3-5 bangku,” kisah pria yang tinggal di Desa Kertosari Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini.

Bangku yang sudah jadi dia jual dari Kertosari hingga kota Madiun dengan berjalan kaki. Karena kondisi fisiknya juga, dia hanya bisa membawa satu bangku. Itu pun tidak bisa dipastikan laku tidaknya dagangan yang tergolong berat itu.

Kalau tidak ada yang beli, otomatis bangku itu dia usung kembali pulang, masih dengan berjalan kaki. Apabila laku, dia hanya membawa pulang uang Rp 45 ribu. Itu pun kalau pembeli tidak menawar.

Di usia tuanya, Mbah Marto tetap yakin masih kuat bekerja dan tidak mau ikut anak-anaknya karena takut merepotkan. ”Saya tidak mau tinggal dengan anak-anak, nantinya akan merepotkan. Karena saya tahu mereka juga susah. Saya masih kuat kerja meskipun yang saya dapatkan tidak cukup untuk sehari-hari. Tapi saya tetap matur nuwun pada Yang di Atas,” ujarnya pria dua anak ini, sambil menghisap rokok kreteknya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mbah Marto dibantu istrinya, yang mencari nafkah sebagai buruh tani. Lantaran faktor umur juga, sang istri yang berusia 60 tahun tidak bisa optimal dan hasil kerjanya juga mepet. Meski demikian, pasangan renta ini tak pernah menyerah begitu saja pada keadaan. Mereka masih giat berusaha di usia senjanya.(alucard)

KETERANGAN FOTO
PANTANG MENYERAH: Mbah Marto Daud dan dagangannya.(alucard)

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Share this :

Berita "Tokoh Kita" Lainnya

jual mobil

Dijual Honda Jazz 05 silver. Nopol AE kota. Body mulus kondisi istimewa. hub www.adakita.com
www.adakita.com

jual mobil

Dijual Panther Hi Grade'94 warna biru kondisi bagus hub:7766846
http://www.adakita.com

jual mobil

Dijual Baleno th 2000 warna hijau, mulus minat hub 7766846
http://www.adakita.com

jual rumah

Dijual rumah terletak di perumahan Cempaka Raya Regency. fasilitas PDAM. listrik. kitchen set. 3 kam...
http://www.adakita.com

jual mobil

Dijual Taft Rocky Tahun 1993. kondisi mulus istimewa. NoPol AE. hub 0351-7785259
http://www.adakita.com

jual mobil

Dijual mobil taruna CSX EVI, merah silver. kondisi istimewa. harga Nego (0351-7785259)
http://www.adakita.com