Adu Teknik Karburator vs Injeksi
KOTA MADIUN - Era sepeda motor menggunakan injeksi sudah muncul di Indonesia sejak tahun 2005. Tapi, kebanyakan orang hanya pernah mendengarnya, tapi masih belum paham bagaimana cara kerja sistem injeksi, yang disebut-sebut ramah lingkungan itu. Apa saja perbedaan antara mesin yang menggunakan karburator dan injeksi?
Karburator
Karburator ada hampir sejak kendaraan itu sendiri ada. Fungsinya dapat dijelaskan sebagai perangkat yang menyuplai bahan bakar ke mesin dalam jumlah tepat sesuai dengan udara yang ditekan melalui mesin oleh tekanan atmosfer.
Biaya awal mesin karburator hampir lima kali lebih murah daripada sistem eletronik injeksi bahan bakar. Keuntungan mesin karburator adalah tidak dibatasi oleh berapa banyak gas dipompa dari tangki bahan bakar.
Ini berarti, setiap modifikasi chamber atau ruang bakar dalam upaya untuk membuat mesin "bernapas lebih baik" memungkinkan silinder menarik lebih banyak bahan bakar melalui karburator, sehingga campuran bahan bakar di ruang bakar lebih padat.
Injeksi
Injeksi merupakan metode terbaru dalam teknologi bahan bakar umum pada mesin dua dan empat stroke mesin bensin. Serupa dengan mesin diesel, bahan bakar diinjeksikan melalui jalur common rail langsung ke dalam silinder.
Biaya dari jenis sistem injeksi bahan bakar relatif lebih tinggi. Bahan bakar lebih efisien, output daya lebih tinggi dan emisi gas yang lebih rendah adalah keuntungan langsung sistem injeksi bahan bakar.
Penggunaan bahan bakar dan timing injeksi bisa tepat dikendalikan sesuai kondisi beban. Kecepatan mesin ditentukan oleh waktu pengapian dan fungsionalitas injeksi bahan bakar dikontrol secara cermat oleh EMS (mesin unit control).
Langkah-langkah yang dibuat dalam pengembangan sistem pengisian bahan bakar adalah untuk membuka jalan agar meningkatkan kinerja, mengurangi emisi bahan bakar, dan kehandalan mesin bisa lebih ditingkatkan.(pratondo)
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






