Konvoi Macetkan Lalu Lintas
KOTA MADIUN – Hari Minggu (27/11) ini giliran calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari Kabupaten Madiun disahkan sebagai warga. Massa perguruan silat dari berbagai wilayah luar kota pun berbondong-bondong masuk. Konvoi kendaraan memenuhi ruas jalan, mulai dari jalur selatan, sampai masuk ke tengah kota.
Suasana Sabtu (26/11) malam tadi memang tidak terlalu ramai, karena yang mendapat kuota pengesahan warga PSHT hanya 200 orang dari wilayah Kota Madiun. Tapi, yang mendapat jatah hari ini jauh lebih banyak dari semalam. Jumlahnya mencapai ribuan.
Menurut pantauan teman @dakita.com, ribuan massa SH Terate dari selatan Madiun, seperti Pacitan, Ponorogo, dan Madiun bagian selatan, mulai berbondong-bondong masuk ke Kota Madiun mulau sekitar pukul 09.00 WIB. Banyaknya massa peserta konvoi memenuhi badan jalan raya Madiun-Ponorogo. Mereka mendapat pengawalan ekstra-ketat dari anggota Polres Madiun dan jajarannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Begitu masuk ke Kota Madiun, tujuan mereka adalah di Desa Pilangbango, tempat pendiri SH Terate Ki Hadjar Harjo Oetomo dimakamkan. Ribuan massa memadati sekitar makam, meluber sampai jalan utama, yaitu Jalan Imam Bonjol, Pasar Besi Jaya, Jl Ki Ageng Selo, hingga persimpangan Tempursari. Jalanan padat. Lalu lintas sempat macet.
Begitu acara nyekar selesai, mereka menuju ke Padepokan PSHT di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Dari Pilangbango, mereka melewati Jalan Imam Bonjol- Pasar Besi- Jalan Diponegoro-dr Soetomo-Jawa-Pahlawan-Cokroaminoto, dan mereka berhenti sejenak untuk ditertibkan di pos pengamanan Jalan Musi, tepat di belokan yang menyambung langsung dengan Jalan Cokroaminoto.
Selama konvoi, massa PSHT dikawal ketat oleh kepolisian dan POM TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Iring-iringan kendaraan ini sempat membuat jalur tengah kota yang dilalui macet total. Iringan kendaraan, mulai dari truk sampai sepeda motor yang mengangkut massa berseragam hitam-hitam, memenuhi badan jalan tengah kota.
“Ya gini ini kalau 1 Suro. Jalan pada dikuasai. Kayak jalan milik sendiri aja,” keluh seorang pengendara sepeda motor saat diharuskan berhenti untuk memberikan jalan pada konvoi di perempatan Jalan dr Soetomo-Jawa-Diponegoro-Kartini, Minggu (27/11).(alucard/tofikpram)
KETERANGAN FOTO
MACETKAN JALAN: Konvoi massa PSHT di jalur Madiun-Ponorogo, di Kecamatan Geger, Minggu (27/11).(alucard)
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






