Detail Articles

Polisi Jebloskan Oknum Guru Pelaku Sodomi Ke Tahanan

Polisi Jebloskan Oknum Guru Pelaku Sodomi Ke Tahanan

@dakita Nganjuk – Eko Setiono,28, oknum guru Sekolah Dasar (SD) yang diduga menjadi pelaku kasus sodomi akhirnya di jemput paksa petugas dirumahnya. Sebanyak empat personil anggota Buru Sergap (Buser) Polres Nganjuk membawa sang guru dan menjebloskan ke rumah tahanan Mapolres Nganjuk.

Keempat personli buser tiba di rumah Eko Setiono, Dusun Gedong Desa Tanjungtani
RT 33 RW 10 Kecamatan Prambon sekitar pukul 14.30 wib. Tanpa perlawanan, sang guru akhirnya hanya bisa menurut saat keempat angggota buser membawanya. Eko Setiono dibawa Buser dengan memakai mobil Avansa warna hitam.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Anton Prastyo kepada @dakita.com mengatakan, Penjemputan Eko Setiono oleh aparat , setelah ada laporan resmi dari para wali murid korban berjumlah 6 orang di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA ) di Mapolres Nganjuk. Senin, (16/9) kemarin.

” Karena ini laporan awal, maka pihak polisi masih melakukan pendalaman dulu terutama akan mendengarkan keterangan dari para korban. Termasuk mengumpulkan bukti bukti pendukung dari para korban. Namun tersangka kita jemput dan kita than, karena sudah ada laporan resmi dari keluar korban,” terang Kasat. Selasa, (17/9).

Untuk melengkapi data , pada siang tadi juga , sebanyak 6 anak akhirnya menjalani visum di Rumah Sakit ( RS ) Bhayangkara Nganjuk. Kasat Reskrim mengatakan, visum masih dilakukan terhadap keenam korban dari delapan korban perbuatan bejad sang guru. Pasalnya menurut Kasat Reskrim, korban yang resmi melapor masih berjumlah enam anak.

”Kita tunggu dulu hasil visumnya, jika korban nanti terbukti positif bernah mengalami kekerasan seksual, maka kita akan pperiksa lebih lanjut pada pelaku.” imbuh Kasat pada @dakita.com.

Sementara, H.Tanjung Kepala Desa Tanjungtani yang sempat mendampingi para walimurid korban di Mapolres Nganjuk mengatakan pada @dakita.com, bahwa setelah kasus ini terbongkar , ‘ Eko Setiono ‘ langsung dipecat oleh kepala sekolahnya. Pemecatan itu, menurut Kepala desa sebagai sanksi moral pada sang guru.

” Pelaku sekarang sudah tidak lagi menjadi guru honorer.Karena sudah dipecat dengan tidak hormat oleh kepala sekolahnya . Itu sebagai bentuk sangsi atas perbuatan pelaku ,” tandas Kades.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN 3 Tanjungtani Prambon , Muktarom saat dikonfermasi melalui telepon selularnya mengakui sudah mengeluarkan ‘ Eko Setiono ‘ sejak terbongkarnya kasus Sodomi kepada murit – muritnya. Menurut Muktarom, Eko Setiono telah dianggap telah menyalahi etika sebagai guru yang seharusnya menjung tinggi norma suslia yang ada di masyarakat.

” Sekarang dia sudah tidak menjadi guru di sekolah kami. Sudah kami keluarkan sejak dia tersandung kasus Tersebut ,” Pungkasnya (jati) .

Keterangan Gambar : Pelaku saat di tiba di Maolres Nganjuk setelah di jemput paksa di rumahnya

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hukum/Kriminal " Lainnya