Detail Articles

Ramai-ramai Anggota DPRD Nganjuk Gugat Parpol

Ramai-ramai Anggota DPRD Nganjuk Gugat Parpol

@dakita Nganjuk – Tidak terima dengan perlakuan partai politik (Parpol) pengusungnya, puluhan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk. Para anggota DPRD tersebut terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) dari parpolnnya masing-masing.

Para anggota DPRD Nganjuk itu berasal dari PKPB, Patriot, dan PKNU. Berkas gugatan masing-masing anggota DPRD tersebut saat ini sudah berada di Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk. Bahkan beberapa kasus gugatan tersebut saat ini sudah dalam proses persidangan.

Berkas gugatan yang dilayangkan oleh Agus Setyantoro, Endah Sri Murtini Sutikno, Arbayana KP, Suwarsi dan Raditya Haria Yuangga dari Partai Patriot, saat ini sudah memasuki tahap persidangan. Sidang gugatan yang dilayang ke lima anggota DPRD dari parpol itu batal digelar, pasalnya, Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Patriot Nganjuk tidak hadir di persidagan.

Bambang Koco Penasehat Hukum  5 anggota DPRD Nganjuk dari partai Patriot menjelaskan, pihaknya menggugat Ketua DPC Partai Patriot Nganjuk ke Pengadilan karena ketua partai telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Meneurutnya, proses PAW yang dilakukan parpol itu pada ke lima kliennya tidak melalui prosedur dan tatacara yang benar sebagaimana undang-undang.

“Klien kita menggugat Parpai Patriot karena banyak prosedur PAW yang dilangggar oleh parpol tersebut,” jelasnya.

Abdul Basid, dan Suparmi dari partai PKNU juga melakukan hal yang sama. Kedua anggota DPRD tersebut mengaku menggugat parpol yang telah mengusungnya lantaran merasa ada proses yang salah yang dilakukan oleh Parpolnya saat melakukan PAW. Rencananya, sidang perdana gugatan keduanya akan digelar pada 2 September yang akan datang.

Sedang Slamet Unik Sukmono dan Cahyo Trihandoko yang menggugat PKPB, perkaranya sudah terlebih dulu berjalan dipersidangan pada 26 Agustus kemarin. Sidang Gugutan atas nama Slamet Unik Sukmono digelar namun ditunda lagi. Padahal sidang selumnya telah mengalami penundaan.

Slamet Unik Sukmono melalui penasehat hukumnya Sugeng Takaryanto menjelaskan sidang ditunda disebabkan karena masih dalam proses mediasi. “Pengadilan memberikan waktu untuk berunding kembali kepada pihak-pihak yang bersengketa sebelum dibawa dalam tingkat peradilan,” jalanya. (jati).

Keterangan Gambar : Ilustrasi Gugatan Anggota DPRD gugat Parpolnya.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Politik/pemerintahan Kita" Lainnya