Detail Articles

Polres Nganjuk Bidik 5 Pejabat Dalam Sekandal Dugaan Korupsi RSUD

Polres Nganjuk Bidik 5 Pejabat Dalam Sekandal Dugaan Korupsi RSUD

@dakita Nganjuk - Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Nganjuk terus mengembangkan kasus dugaan penyelewengan proyek  RSUD Nganjuk dari APBD 2012, yang mengarah pada kerugian negara sebesar 1,053 miliar rupiah lebih.  Setelah Direktur Kasub bag Perbendaharaan RSUD Nganjuk, kini polisi membidik tiga tiga pejabat dilingkup Pemkab Nganjuk.

Informasi yang diperoleh @dakita.com, polisi telah membidik tiga pejabat dilingkup Pemkab Nganjuk. Selain Direktur RSUD Nganjuk dr Eko Sidharta dan Kasub bag Perbendaharaan Lilis Setyorini,polisi juga membidik kepala bagian Radiologi, kepala bagian Farmasi, dan Sekretaris RSUD Nganjuk.   

Dengan demikian pihak kepolisian akan memanggil sedikitnya lima pejabat untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan proyek senilai 12 miliar rupiah itu.  Sumber di Polres Nganjuk, memastikan, setelah bukti-bukti kuat terkumpul, maka direktur  RSUD bersama empat pejabat teknis itu akan segera dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi.

"Kalau memang ada bukti kuat terjadi penyelewengan, maka mereka akan dijadikan tersangka," ungkap salah seorang sumber yang enggan disebut namanya.  

Sementara itu menurut Kasatreskrim AKP.Anton Prasetyo, memastikan tidak akan mempetieskan kasus ini. Buktinya, Polres terus mengembangkan kasus ini hingga terdapat tambahan tiga pejabat teknis sebagai calon saksi. "Ini jadi bukti kalau kami tidak akan menghentikan penyelidikan," jelasnya.  

Ditegaskan, jika dalam pemeriksaan terdapat lebih dari lima orang yang layak sebagai tersangka, maka semua akan ‘dikandangkan’ sehingga proses pengadilan bisa berjalan sesuai tujuan penyidikan.. Dicontohkan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Satpol PP Nganjuk, Polres menahan 8 tersangka yang sekarang proses peradilannya di pengadilan Tipikor Jatim tengah berlangsung.

"Kami tidak akan tebang pilih terhadap kasus korupsi. Semua akan kita proses hingga ke pengadilan,"  Saat  di konfirmasi @dakita.com jelas kasat reskrim polres nganjuk diruang kerjanya.  

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Unti Tipikor Polres Nganjuk telah  menemukan terjadinya penyimpangan anggaran proyek tahun anggaran 2012.  Anggaran proyek yang ditengarai terjadi penyimpangan, yakni, pada  proyek pengadaan  perbekalan farmasi, seperti, obat-obatan, alat kesehatan, alat laboratorium  dan  alat  radiologi, dengan total pagu 12.890.786.303 rupiah.  

Dalam penyelidikan Unit Tipikor  Polres Nganjuk  terhadap berkas –berkas proyek di RSUD Nganjuk  terungkap bukti dari total pagu terdapat penyimpangan sebesar  1.053.689.276 rupiah. Namun demikian pihak polisi belum  melakukan pemanggilan terhadap pejabat yang diduga terlibat dalan dugaan kasus tersebut.

Indikasi kerugian  itu mengarah kepada Direktur RSUD Nganjuk dr Eko Sudharto dan Kasubbag Perbendaharaan, Lilis Setyorini, SE.  Pihak polisi belum memanggil keduanya dengan  alasan masih memperdalam kasus ini. Termasuk dintaraanya melakukan pemeriksaan terhadap pihak di luar institus pemkab Nganjuk yang diduga juga ikut terlibat. (jati).

Keterangan Gambar :  Jenis obat-obatan yang dibelanjakan RSUD Nganjuk

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hukum/Kriminal " Lainnya