Detail Articles

BI Rate Tidak Berpengaruh Terhadap Perbankan Di Kediri

BI Rate Tidak Berpengaruh Terhadap Perbankan Di Kediri

@dakita Kediri – Kebijakan bank Indonesia (BI) menaikan suku bungan (BI Rate) sebesar 0,25 persen dianggapnya tidak berpengaruh terhadap iklim perbankan dan dunia usaha di eks karesidenan kediri. Pasalnya, besaran tersebut menurut BI tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap kenaikan suku bunga pinjaman di sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang menjadi binaan BI Kediri.

Kepala perwakilan BI Kediri Matsisno Mengatakan, kebijakan BI rate yang menaikan suku bungan dari 5,75 persen menjadi 6 persen tidak berdampak pada kenaikan suku bungan pinjaman disetiap BPR yang menjadi binaan BI Kediri. Alasanya persaingan dunia perbankan yang sangat kompetitif membuat perkankan berfikir ulang untuk menaikan suku bungan pinjaman. Jika menaikan suku bungan pinjaman tersebut, bank yang bersangkutan akan menghadapi ancaman larinya para nasabah ke bank lainnya.

Sejauh pantauan BI kediri, suku bungan pinjaman di BPR binaannya tidak ditemukan kenaikan. Dari 78 BPR yang ada di seluruh eks karesidenan Kediri dan Madiun, BI belum menemukan adanya kenaikan suku bungan tersebut.

“kenaikan suku bungan akibat BI rate tidak terlalu signifikan bagi perbankan di Kediri. Karena jika mereka meniakan suku bunga pinjaman, maka nasabah pasti akan lari ke bank lainnya. Tingkat kompetitif dunia perbnkan sangat tinggi,” ujar Matsisno. Selasa, (18/6)

Matsisno menambahkan, BI tidak mengatur kenaikan ketentuan kenaikan suku bunga di tingkat perbankan. Pasalnya menurut Matsisno biaya operasional masing-masing bank sangat berfariatif. Menurut Matsisno kenaikan suku bunga disetiap perbankan sangat ditentukan tingkat persaingan antar bank.

“kita tidak mengatur berapa ketentuan kenaikan suku bunga di perbankan. Karena masing-masing perbankan masing-masing perbakan berbeda-beda. Semua kembali pada tingkat persaingan antar bank, kalau suku bunga mereka tinggi bisa dimungkinkan para nasabah juga akan lari,” tambahnya.

Terkait berkembangnya issue kebijakan BI rate justru memicu tingkat inflasi, Matsisno mengatakan justru kebijakan tersebut untuk membendung laju inflasi yang terus meningkat. Matsisno menjelaskan, tujuan kebijakan peningkatan BI rate menjadi 6 persen tersebut adalah untuk merangsang masyarakat menabung uangnya di bank.

“justru ketika tingkat konsumsi masyarakat itu tinggi malah akan memacu terjadinya infllasi. Dengan mereka menabung, diharapkan dapat menekan tingkat konsumtif masyarakat,” pungkas Matsisno (ys)

Keterangan Gambar : Kepala perwakilan BI Kediri Matsisno

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Daerah Kita" Lainnya