Detail Articles

Gerah Dengan Rumor Terkait Korupsi Asuransi, Wawali Kediri Klarifikasi

Gerah Dengan Rumor Terkait Korupsi Asuransi, Wawali Kediri Klarifikasi

@dakita Kediri – Isu santer tarkait keterlibatan Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam dugaan korupsi dana Asuransi untuk para pegawai negri sipil (PNS) yang menjerat mantan Wali Kota Kediri H. Achmad Maschut, membuat gerah calon wali kota itu. Menyikapi hal tersebut, Abdullah Abu Bakar melakukan klarifikasi dihadapan para awak media.

Dalam klarifiksi yang dilakukannya, mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar menjelaskan, bahwa dirinya tidak terlibat dalam perkara tersebut. Menurutnya, dirinya berniat untuk menyelamatkan uang milyaran rupah milik rakyat tersebut.

“Apa yang beredar di sejumlah media massa itu yang seoah-olah saya terlibat dalam penyalahgunaan anggaran itu tidak benar. Saya justru berniat untuk menyelamatkan uang tersebut. Buktinya jelas, ada di rekening kas daerah,” jelasnya, Rabu, (22/5).

Menurut mas Abu, penarikan anggaran sebesar 4,4 milyar rupiah dari AJB Askum Malang tersebut bermula dari temuan inspektorat yang didasari hasil konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan Permendagri nomor 13 tahun 2006.
 
Atas dasar temuan itu, dirinya bersama para jajaran petinggi Pemkot Kediri untuk mengklaim anggaran yang sudah masuk dalam AJB itu. Dalam rapat yang digelar pada 21 April 2009 itu, menurut mas Abu juga turut hadir Kepala Cabang AJB 1912.  

“Yang saya lakukan adalah mengembalikan dana Pemkot Kediri yang ada di AJB mulai tahun 1999, kemudian diperbaharui pada tahun 2001 dan sampai tahun 2009. Saya menegaskan bahwa AJB Bumi Putera Cabang Malang harus mengembalikan premi asuransi sesuai dengan yang sudah diasuransikan sebesar 4.441.657.341,00 rupiah,” jelas mas Abu, Rabu, (22/5).

Akan tetapi menurut mas Abu, AJB Bumi Putera 1912 Cabang Askum Malang baru mengembalikan 3,5 milyar rupiah. Sehingga masih ada sisa sesuai klaim awal sebesar 838.163.100 rupiah. Uang itu masih berada di AJB Bumi Putera Cabang Malang, dan belum disetor ke Kas Daerah (Kasda) Kota Kediri.
 
Pengembalikan premi asuransi itu, jelas mas Abu, tanpa melalui rekening pribadinya. Melainkan dari Kantor Cabang Askum Malang melalui rekening BNI langsung ke Bank Jatim Cabang Kediri (Bank Pemkot Kediri), pada 22 April 2009 lalu.
 
“Sisa anggaran itu masih berada di AJB Bumi Putera Cabang Malang. Mereka tidak bersedia mengembalikan dengan alasan penalti, karena Pemkot Kediri memutuskan kerjasama itu di tengah jalan.” tambahnya
 
Wawali yang merasa dirinya bersih dan tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi asuransi pegawai itu siap untuk memenuhi panggilan penyidik. Mas Abu mengatakan, kapanpun panggilan itu diterima, pihaknya akan langsung memenuhinya.

Saat dikonfirmasi terkait mengapa dirinya yang mengambil keputusan untuk melakukan klaim atas dana asuransi tersebut, mas Abu mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan fungsi kontrol dirinya sebagai wakil wali kota. Namun dirinya mangatakan, saat dirinya melakukan klaim asuransi tersebut Wali Kota Samsul Ashar juga mengetahuinya.

“Sesuai dengan undang-undang nomor 32 saya juga memiliki kewenangan terkait hal tersebut. itu juga sepengetahuan pak Walikota,” pungkasnya. (ys)

Keterangan Gambar : Abdullah Abu Bakar saat klarifikasi persoalan asuransi

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Politik/pemerintahan Kita" Lainnya