Detail Articles

Memanjakan Bunga dan Satwa dalam Upacara

Memanjakan Bunga dan Satwa dalam Upacara

KABUPATEN MADIUN - Upacara hari Senin atau peringatan hari-hari kebangsaan mungkin familiar untuk kita. Kalau upacara peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional? Mungkin belum begitu akrab di pendengaran maupun ingatan. Tapi yang jelas, upacara peringatan ini memang ada.

Hari Cinta Puspa dan Satwa diperingati setiap tanggal 5 November. Tapi, di Pemkab Madiun, peringatan baru bisa dilaksanakan Senin (7/11) hari ini dengan upacara sederhana yang diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan staf dilingkungan Pemkab Madiun.

Peringatan kali ini mengambil tema "Lestarikan Puspa dan Satwa untuk Keberlanjutan Kehidupan," dengan subtema "Selamatkan Keanekaragaman Hayati Perkotaan".

"Puspa dan satwa banyak manfaatnya untuk kita. Di antaranya sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan, dan jasa ekosistem. Selain itu, juga merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengembangkan sosial budaya dan membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya," kata Wakil Bupati Iswanto di halaman Pendopo Muda Graha, saat upacara.

Untuk itulah Iswanto mengajak masyarakat melestarikan dan memanfaatkannya dengan bijak segala potensi satwa dan fauna yang ada. Dia juga berharap lapisan masyarakat untuk berbuat sesuatu untuk mendukung pelestarian lingkungan.

"Tanamkan rasa cinta kepada anak-anak dan murid-murid terhadap satwa dan fauna sejak usia dini, disertai contoh yang nyata. Regulasi yang mengatur itu semua tertuang dalam Peraturan Bupati Madiun No 19/2008 dan Instruksi Bupati Madiun No 3/2009 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) untuk Sekolah di Kabupaten Madiun," ajaknya.(pri)


FOTO: Peserta upacara Hari Flora dan Satwa.(pri)
 

 

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Politik/pemerintahan Kita" Lainnya