Detail Articles

Pohon Natal Dari akar Kayu Jati

Pohon Natal Dari akar Kayu Jati

@adakita Ngawi – Pohon Natal biasanya terbuat dari bahan plastik dan sejenisnya. Namun yang satu ini, pohon Natal dibuat dari limbah akar pohon jati. Kerajinan ini ditekuni Somo Midi, warga  Dusun Ngubalan, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

“Menjelang Natal, penjualan meningkat tiga kali lipat,” kata Somo, Minggu, (23/12). Menurutnya, di luar perayaan Natal, penjualan pohon Natal dari akar kayu jati tidak sampai 100 buah per bulan. “Menjelang Natal, sudah 300 buah yang terjual sebulan terakhir,” katanya. Karena penjualan yang meningkat, omzet yang didapat juga naik. Menjelang Natal, omzet mencapai Rp15-20 juta per bulan, sedangkan diluar Natal tak sampai Rp10 juta.

Pohon Natal dari akar kayu jati tersebut pesanan perseorangan, distributor, galeri, dan sejumlah gereja. Selain laku di pasar lokal, pohon Natal dari akar kayu jati ini juga sudah merambah pasar luar negeri. “Kalau yang ekspor dijual melalui agen (perantara),” ucapnya.

Ukuran pohon Natal dari akar kayu jati ini dibuat dalam berbagai ukuran tinggi mulai dibawah 1 meter hingga 4 meter. Semakin besar ukurannya, semakin mahal karena membutuhkan bahan baku yang lebih banyak. Ukuran setinggi 60 centimeter dihargai Rp120 ribu, 80 centimeter Rp150 ribu, satu meter Rp200 ribu, 1,5 meter Rp250 ribu, dua meter Rp350 ribu, tiga meter Rp800 ribu, dan empat meter Rp 1 juta per buah.

Seluruh bahan baku pohon Natal berbentuk replika pohon cemara itu dibuat dari potongan kayu dan akar kayu jati. Dalam membuatnya, ada beberapa bagian yang harus dibentuk terpisah mulai dari dasar atau kaki penyangga, batang, hingga daun. “Bagian-bagian itu dibuat dari potongan kayu dan akar jati, menyesuaikan bentuknya,” ujar Somo.

Setelah masing-masing bagian dibentuk atau dipahat, permukaan kayu dihaluskan dan dibersihkan dengan disemprot air. Untuk mempercantik, biasanya dipoles dengan cat atau vernis. “Tapi tidak selalu dicat, sebab kadang ada yang minta tidak dicat (alami),” katanya.

Setelah lengkap, seluruh potongan dirangkai dan disambung dengan paku dan diperkuat lem kayu. Potongan-potongan dirangkai hingga menjadi replika pohon cemara yang membentuk mengerecut di puncaknya.

 Selain membuat pohon Natal dari akar kayu jati, Somo dan 13 pekerja yang dimilikinya juga membuat meja, kursi, dan asesoris lain dari akar kayu jati. Biasanya meja, kursi, dan asesoris tersebut digunakan untuk kebutuhan perayaan Natal. Akar kayu jati yang digunakan tak sembarangan. “Harus yang berusia puluhan tahun agar awet,” katanya.

Ia mendapatkan bahan baku akar kayu jati itu dari sejumlah warga atau pengepul yang biasa mencari akar kayu jati di hutan di Ngawi dan sekitarnya. Lama pembuatan pohon Natal dari akar jati itu tergantung ukuran yang dibuat. “Ukuran 60-80 centimeter sehari bisa membuat tiga buah,” kata salah satu pekerja, Muyantoko. Tapi untuk yang ukuran 1,5-2 meter per buah membutuhkan waktu sehari. Sedangkan yang ukuran 3-4 meter biasa dibuat dalam tiga hari per buah. (wiet)

Keterangan Gambar : pohon Natal dari akar kayu jati karya Somo Midi

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Daerah Kita" Lainnya