Ingin Bebas Stroke? Tersenyumlah

KOTA MADIUN - Stroke. Selama ini, penyakit mematikan tersebut identik dengan mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, jangan salah, premis itu sudah tidak berlaku lagi. Saat ini banyak juga orang muda yang juga terserang penyakit yang "menjanjikan" kelumpuhan, bahkan kematian ini.
Menurut Ketua Harian Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Haryono Suyono, sekarang ini anak muda, bahkan yang umurnya 30 tahun, ada yang kena stroke. "Ini memerlukan informasi yang luas," katanya.
Haryono menambahkan, saat ini ada 10% penderita stroke usia 30 tahun yang tercatat di Yayasan Stroke Indonesia. Memang tidak banyak, tapi jumlah tersebut bukan tidak mungkin bertambah seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
"Makin banyak negara yang masyarakatnya bekerja dengan kesibukan lebih tinggi. Tekanan ekonomi dan pekerjaan juga menyebabkan risiko stroke naik, selain juga risiko makanan," ucapnya.
Haryono menilai konsumsi makanan masyarakat cenderung mengandung kolesterol tinggi. Ini dapat memicu pengembangan penyakit seperti hipertensi, stroke, dan diabetes.
Oleh karena itu, Haryono mengimbau masyarakat agar menjalani hidup dengan penuh gairah agar terhindar dari risiko stroke. Gairah yang dimaksud adalah:
1. Gaya Hidup Sehat.
Setiap orang diharapkan peduli kesehatan masing-masing, dengan menjalankan pola hidup sehat (makan dengan gizi seimbang, cukup istirahat, dan rutin berolahraga).
2. Aktif Silaturahim.
Aktif melakukan silaturahim sangat baik bagi kesehatan, terutama untuk mencegah stres. Stres merupakan salah satu faktor pencetus stroke dan ini dapat dihindari.
3. Ingat dan Takwa kepada Tuhan.
Seberat apa pun masalah dan cobaan yang kita hadapi, jangan pernah merasa stres dan putus asa. Karena itu hanya akan membawa kita pada masalah yang lebih berat. Serahkan segala persolan hidup Anda kepada-Nya. Dengan begitu, kita akan merasa tenang.
4. Rasa Cinta dan Peduli Sesama.
Kita menunjukkan rasa cinta dan peduli terhadap sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang menderita penyakit seperti misalnya stroke. Berikan mereka perhatian dan dukungan. Dengan begitu, kita akan tahu betapa berharganya kesehatan itu.
5. Amalkan Ilmu tentang Stroke.
Setiap orang harus memahami apa saja faktor risiko, penyebab, dan upaya mencegah terjadinya stroke. Bukan hanya pemahaman saja, melainkan ilmu tersebut juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Hidup Tidak Boleh Merengut (Humor Sehat).
Orang hidup tidak boleh merengut, harus selalu merasa bahagia. Hadapilah segala segala persoalan dengan senyum dan sedikit canda. Hal ini akan membuat pikiran Anda jauh dari stres dan masalah.
Foto: Ilustrasi.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






