Diombang-Ambing, Ambulans Bayar Sendiri
KOTA MADIUN - Cerita tentang ruwetnya pelayanan rumah sakit kembali terjadi. BS (23), pasien asal Kota Madiun yang awalnya didiagnosa menderita tumor otak disinyalir diombang-ambingkan pihak Paviliun Merpati Kota Madiun. Bahkan dia sampai "dilempar" ke ruang Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD dr Soetomo Surabaya terhitung sejak hari Jumat (28/10) lalu.
Menurut Sabariyanto (40), salah satu keluarga pasien yang Senin (31/10) berkunjung ke rumah @dakita.com, kisah ngenes pasien miskin ini berawal ketika dia masuk ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Paviliun Merpati, RSUD dr Soedono Kota Madiun, Selasa(25/10), atas rujukan dari dr Pietojo yang merawat pasien.
Selama tiga hari ditangani paviliun yang lepas dari manajemen RSUD dr Soedono ini, pasien ditempatkan di kelas VIP, dengan alasan kelas II dan III yang diminta keluarga pasien sudah penuh.
Selama dalam perawatan di Pavilun Merpati, pasien habis ongkos Rp 8 juta-an. Angka itu dirasa memberatkan keluarga pasien. Disinyalir karena alasan itu, selanjutkanya pasien dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, dengan dalih alat perawatan pasien tidak mendukung. Celakanya, pasien dievakuasi dengan ambulans Paviliun Merpati yang dibayar dengan uang pribadi.
"Soetomo dan Soedono itu bedanya di mana to? Kan sama-sama punyanya provinsi to? Masa nggak bisa ditangani di sini (RSUD dr Soedono-red)?"tanya keluarga korban. Sebenarnya keluarga merasa keberatan. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut.
Sampai kabar ini ditulis, teman @dakita.com masih berusaha mengklarifikasi manajemen Paviliun Merpati. (iwo)
Foto: Ilustrasi.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






