25 KK Menyongsong Harapan di Tanah Seberang
KABUPATEN MADIUN - Sebanyak 25 KK, atau sekitar 78 jiwa, asal Kabupaten Madiun punya hajat untuk berbondong-bondong berangkat ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Tabalajaya, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Tujuannya, ya transmigrasi.
Rencananya mereka akan diberangkatkan langsung oleh Bupati Madiun Muhtarom dari Pendopo Muda Graha, Kamis (27/10) besok sekitar dan 09.00 WIB. Mereka akan menggunakan dua bus dan sebuah truk untuk mengangkut barang.
Menurut Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah sekaligus Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Agus Pramono, "Tahun 2011 sampai dengan Oktober ini telah tercatat ada 65 Kepala Keluarga (KK) yang sudah siap untuk diberangkatkan ke daerah tujuan transmigrasi."
Selasa (25/10) kemarin Agus menyosialisasikan program Transmighrasi di Desa Kepel, Kecamatan Kare. Rencananya, Pemkab Madiun akan memberangkatkan mereka dalam tiga gelombang dengan tiga daerah tujuan berbeda, yaitu UPT Tabalajaya Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, UPT Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan UPT Terantanghulu Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat.
Untuk diketahui, angka pengangguran di Kabupaten Madiun cukup tinggi. Untuk meminimalisir jumlah tersebut, Pemkab menjalin kerjasama dengan daerah lain. Salah satu bentuk kerjasama itu adalah melalui program transmigrasi. Sebelum masyarakat diberangkatkan transmigrasi, mereka diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan serta pelatihan. Dengan begitu, mereka tidak canggung dan benar-benar siap ketika nanti berada di tempatnya yang baru.
Selain ketrampilan dan pengetahuan, peserta transmigrasi juga akan diberikan bekal untuk hidup selama satu tahun. Mereka juga akan menerima bantuan alat-alat pertanian. Untuk mengetahui kondisi warganya di daerah transmigrasi, Pemkab juga akan mengnjungi mereka langsung. Pemkab Madiun juga mengadakan MoU dengan daerah tujuan, agar transmigran dari Madiun mendapat bantuan pemerintah daerah setempat selama 5 tahun.
Di tempat baru nanti, para transmigran juga akan mendapatkan tanah garapan yang luasnya antara 1,25 - 2 hektare per kepala keluarga. Tanah garapan pemberian pemerintah didaerah tujuan transmigrasi ini sangat cocok untuk ditanami kelapa sawit dan padi.
Camat Kare Erik, dalam pengarahannya mengimbau kepada para transmigran agar dapat bekerja dengan baik dan rajin, sebagaimana semangat transmigran yang berangkat lebih dulu dan berhasil.(humas)
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF






